Selasa, 13 Juni 2017

PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DISEKOLAH

Edit Posted by with No comments
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH


            Situasi global kompetitif yang terjadi memberikan peluang kehidupan yg lebih baik dengan mempersiapkan SDM dan pendidikan yg bermutu.
Pendidikan bermutu meliputi :
    - Transformasi iptek.
    - Profesionalisme & sistem manajemen
      tenaga kependidikan.                          
    - Pengembangan kemampuan peserta didik
      (aspek akademis, pribadi, sosial).
            Bimbingan dan Konseling Sekolah terkait dengan program pemberian layanan bantuan kepada siswa dalam upaya mencapai perkembangan yang optimal, melalui interaksi yang sehat dengan lingkungan.
Pengertian Bimbingan dan Konseling
l  Bimbingan merupakan suatu upaya pemberian bantuan kepada peserta didik dalam mencapai perkembangan optimal yaitu perkembangan yang sesuai dengan potensi dan sistem nilai tentang kehidupan yang baik dan benar.
l  Konseling merupakan layanan utama bimbingan dalam upaya membantu individu agar mampu mengembangkan diri dan mengatasi masalah melalui hubungan tatap muka atau melalui media, baik secara perorangan maupun kelompok

Ragam bimbingan menurut masalah
Ø  Bimbingan akademik
Ø  Bimbingan Sosial
Ø  Bimbingan Karir

Bimbingan Akademik
Diarahkan  untuk membantu individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah akademik :
   - Pengenalan kurikulum.
   - Pemilihan jurusan.
   - Cara belajar.
   - Penyelesaian tugas dan latihan.
   - Pencarian dan penggunaan sumber belajar

Bimbingan Sosial Pribadi

Membantu siswa memecahkan masalah sosial pribadi :
   - Hubungan sesama teman.
   - Hubungan dengan guru dan staf .
   - Pemahaman sifat.
   - Penyesuaian dengan lingk pendd & masyarakat.
   - Penyelesaian konflik.

Bimbingan Karir
   Membantu individu dlm perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah karir :
   - Pemahaman terhadap jabatan, tugas kerja.
   - Pemahaman kondisi dan kemampuan diri.
   - Pemahaman kondisi lingkungan.
   - Perencanaan dan pengembangan karir.
   - Penyesuaian pekerjaan.
   - Pemecahan masalah karir yang dihadapi

Tujuan Bimbingan

l  Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan masa yang akan datang.
l  Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin
l  Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan
l  Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.

Fungsi Bimbingan
l  Pemahaman, membantu siswa memahami potensi yang dimilikinya.
l  Preventif, mengantisipasi masalah dan berusaha mencegahnya.
l  Pengembangan, berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
l  Perbaikan (penyembuhan), membantu siswa yang telah memiliki masalah.
l  Penyaluran, membantu siswa memilih kegiatan pemantapan penguasaan karir.
l  Adaptasi, memilih metode pendidikan sesuai dengan kemampuan individu.
l  Penyesuaian, membantu siswa menyesuaikan diri dengan program pendidikan

Prinsip-prinsip Bimbingan
l  Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu baik bermasalah maupun tidak,
l  Bimbingan bersifat individualisasi yang memandang setiap individu itu unik,
l  Bimbingan menekankan hal yang positif yang membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri,
l  Bimbingan merupakan usaha bersama dimana konselor, guru-guru dan kepala sekolah saling bekerjasama,
l  Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan,
l  Bimbingan berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan dimana bimbingan tidak hanya dapat berlangsung di sekolah.

Jenis Layanan Bimbingan

l  Pelayanan pengumpulan data tentang siswa dan lingkungannya sbg usaha utk mengetahui diri individu seluas-luasnya & latar belakang lingkungannya.
l  Penyajian informasi yang menyajikan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan yang diperlukan individu.  Orientasi/Orientation (Cara belajar, ergaulan., Artikulasi (Articulation – khusus untuk calon siswa), dll.  
l  Konseling merupakan layanan terpenting dalam program bimbingan yang memfasilitasi individu memperoleh bantuan pribadi secara langsung.
Penempatan (Placement) dan  Tindak lanjut (Follow-up – khusus untuk alumni): pilihan kegiatan ekstrakurikuler, pilihan program studi, pilihan sekolah lanjutan, tindak lanjut., dll
l  Konsultasi(Consultation)
    - Dengan petugas administrasi sekolah
    - Dengan staf pengajar.
    - Dengan orangtua siswa – secara
      individual atau dalam bentuk pertemuan
      dengan para orangtua.
l  Penilaian dan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tujuan apa saja yang telah dicapai dari program yang  dilaksanakan.

Asas Bimbingan dan Konseling
l  rahasia,
l   sukarela,
l  terbuka,
l  kegiatan,
l  mandiri,
l  kini,
l  dinamis,
l  terpadu,
l  harmonis,
l  ahli (menggunakan kaidah-kaidah profesional),
l  ahli tangani kasus (memberikan kepada yang lebih ahli),
l  tut wuri handayani (mengayomi).

Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif
Muro dan Kottman (1995) mengemukakan bahwa struktur program
bimbingan dan konseling komprehensif diklasifikasikan ke dalam
empat jenis layanan:
    -Layanan dasar bimbingan yang diberikan melalui kegiatan kelas
      atau di luar kelas dalam membantu siswa mengembangkan
      potensi secara optimal.
    -Layanan responsif yang diberikan kepada siswa yang memiliki
      masalah yang memerlukan bantuan dengan segera.
    -Layanan perencanaan individual yang diberikan kepada semua
      siswa agar dapat membuat perencanaan masa depan.
    - Dukungan sistem yang memberikan dukungan kepada guru
       pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan ketiga
       program layanan di atas.

Pendekatan Bimbingan
l  Pendekatan Krisis, membantu individu yang datang sesuai dengan masalah yang dihadapinya dengan lebih menggunakan pendekatan psikoanalisa.
l  Pendekatan Remedial, membantu memperbaiki kesulitan dan kelemahan individu dengan lebih menggunakan pendekatan behavioristik.
l  Pendekatan Preventif, mengajarkan pengetahuan dan keterampilam untuk mencegah dan mengantisipasi masalah.
Pendekatan Perkembangan, menggunakan teknik pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial, dan konseling

Kualitas Pribadi Konselor


Karakteristik kualitas pribadi konselor:

-          pemahaman diri (mengetahui masalah yg harus diselesaikan)
-          kompeten,
-          kesehatan psikologis,
-          dapat dipercaya,
-          jujur,
-          kekuatan (agar klien merasa aman),
-          bersikap hangat,
-          active responsiveness (bersifat dinamis),
-          sabar,
-          kepekaan (menyadari  masalah yg tersembunyi pada klien),
-          kesadaran holistic (memahami klien secara utuh).

PENGELOLAAN KELAS

Edit Posted by with No comments
PENGELOLAAN KELAS


Mengapa Kelas Perlu Dikelola Secara Efektif
     Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan pembelajaran murid. Para pakar dalam bidang manajemen kelas melaporkan bahwa ada perubahan dalam pemikiran tentang cara terbaik untuk mengelola kelas. Pandangan yang baru memfokuskan pada kebutuhan murid untuk mengembangkan hubungan dan kesmpatan untuk menata diri. Manajemen kelas yang mengorientasikan murid pada sikap pasif dan patuh pada aturan ketat dapat melemahkan keterlibatan murid dalam pembelajaran aktif,pemikiran dan konstruktif pengetahuan sosial. Secara historis, dalam manajemen kelas, guru dianggap sebagai pengatur.Model manajemen kelas yang baru bukan mengarah pada mode permisif. Penekan pada perhatian dan regulasi diri murid bukan berarti guru tidak bertanggungjawab atas apa yang terjadi dikelas.

Kelas padat,Kompleks,dan Berpotensi Kacau
     Dalam menganalisis lingkungan kelas, Walter Doyle (1986) mendeskripsikan enam karakteristik yang merefleksikan kompleksitas dan potensi problemnya:
-          Kelas adalah multidimensional. Kelas adalah setting untuk banyak aktivitas, mulai dari aktivitas akademik seperti membaca, menulis,dan matematika sampai aktivitas sosial.
-          Aktivitas terjadi secara simultan. Banyak aktivitas kelas terjadi secara simultan. Satu klaster murid mungkin mengerjakan tugas menulis,yang lainnya mendiskusikan suatu cerita bersama guru, dan murid lainnya mengerjakan tugas yang lain.
-          Hal-hal terjadi secara cepat. Kejadian sering kali terjadi dikelas dan membutuhkan respon cepat.
-          Kejadian seringkali tidak bisa diprediksi.
-          Hanya ada sedikir privasi.
-          Kelas punya sejarah.

Memulai dengan benar
            Salah satu kunci untuk mengelola kompleksitas adalah mengelola hari-hari pertama dan minggu-minggu awal masa sekolah secara cermat dan hati-hati.Anda harus menggunakan masa-masa ini untuk (1) menyampaikan aturan dan prosedur yang anda gunakan pada kelas dan mengajak murid bekerja sama untuk mematuhinya. (2) mengajak murid terlibat aktif dalam semua aktivitas pembelajaran.

Penekanan pada Instruksi dan Suasana Kelas yang Positif.
       Dalam sebuah studi klasik, Jacob Kounin (1970) tertarik untuk menemukan bagaimana guru merespon perilaku murid yang menyimpang. Kounin terkejut ketika menemukan bahwa manajer kelas yang efektif dan tidak efektif memberikan respon terhadap perilaku itu dengan cara yang sama. Manajer yang efektif jauh lebih baik ketimbang manajer yang tidak efektif dalam manajemen aktivitas kelompok. Para peneliti dibidang psikologi pendidikan senantiasa menemukan bahwa guru yang membimbing dan menata kegiatan kelas secara kompeten jauh lebih efektif ketimbang guru yang hanya menekan pada kedisiplinan.

Tujuan dan Strategi Manajemen.
       Manajemen kelas yang efektif punya dua tujuan:
Membantu murid menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar dan mengurangi waktu aktivitas yang tidak diorentasikan pada tujuan. Carol Weinstein (1997) mendeskripsikan jumlah waktu yang tersedia untuk berbagai aktivitas kelas disekolah menengah yang biasanya rata-rata 42 menit. Waktu belajar tahunan biasanya sekitar 62 jam, yang kira-kira hanya setengah hari  dari waktu yang diwajibkan.
Mencegah murid mengalami problem akademik dan Emosional. Kelas yang dikelola dengan baik tidak hanya akan meningkatkan pembelajaran yang berarti, tetapi juga membantu mencegah berkembangnya problem emosional dan akademik.

MENDESAIN LINGKUNGAN FISIK KELAS
Prinsip Penataan Kelas.
            Berikut ini 4 prinsip dasar yang dapat anda pakai untuk menata kelas anda (Evertson,Emmer,& Worsham,2003):
1.      Kurangi kepadatan ditempat lalu lalang.
2.      Pastikan bahwa anda dapat dengan mudah melihat semua murid
3.      Materi pengajaran dan perlengkapan murid harus mudah diakses
4.      Pastikan murid dapat dengan mudah melihat semua presentasi kelas.

Gaya Penataan
            Dalam memikirkan bagaimana cara anda mengorganisasikan ruang fisik kelas, anda harus bertanya kepada diri sendiri tipe aktivitas pengajaran apa yang akan diterima murid:



Penataan kelas standar.

            Dalam Gaya Auditorim tradisional, semua murid duduk menghadap guru. Penataan ini membatasi kontak murid tatap muka dan guru bebas bergerak kemana saja. Dalam Gaya Tatap muka( face to face) murid saling menghadap. Gangguan dari murid lain akan lebih besar dalam susunan ini ketimbang pada susunan auditorial. Gaya Off-set, sejumlah murid duduk dibangku tetapi tidak duduk berhadapan langsung sama lain.
Gaya seminar, sejumlah besar murid (10 atau lebih) duduk di susunan berbentuk lingkaran, atau persegi, atau bentuk U. Ini terutam efektif dalam kegiatan diskusi.
Gaya Klaster (cluster), sejumlah murid bekerja dalam kelompok kecil. Susunan ini terutama efektif pada untuk aktivitas pembelajaran kolaboratif.

Susunan meja yang mengelompok akan mendorong interaksi sosial di antara murid. Sebaliknya, susunan meja yang berbentuk lajur akan mengurangi interaksi sosial diantara murid dan mengarahkan perhatian murid kepada guru. Zona aksi adalah kursi didepan dan tengah susunan lajur. Murid di kursi ini lebih mungkin berinteraksi dengan guru, mengajukan pertanyaan, dan mengawali diskusi ketimbang murid yang ada di pinggir.

MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG POSITIF UNTUK PEMBELAJARAN.
Strategi Umum

            Menggunakan gaya Otoritatif. Gaya manajemen kelas otoritatif berasal dari gaya parenting menurut Diana Baumrind. Strategi manajemen kelas otoritatif akan mendorong murid untuk menjadi pemikir yang independen dan pelaku yang independen tetapi strategi ini masih menggunakan sedikit monitoring murid. Gaya manajemen kelas otoritan, adalah gaya yang restriktif dan punitif. Fokus utamanya adalah menjaga ketertiban dikelas, bukan pada pengajaran dan pembelajaran. Guru otoriter sangat mengekang dan mengontrol  murid dan tidak banyak melakukan percakapan dengan mereka. Gaya manajemen kelas yang permisif memberi banyak otonomi pada murid taoi tidak memberi banyak dukungan untuk pengembangan keahlian pembelajaran atau pengelolaan perilaku mereka.



Mengajak Murid Untuk Bekerja.
         Menjalin Hubungan Positif dengan Murid. Sebuah studi menemukan bahwa, selain membuat aturan dan prosedur yang efektif, manajer kelas yang efektif juga menunjukan perhatian pada murid . Perhatian ini menyebabkan kelas dirasakan aman dan nyaman bagi murid dan mereka merasa diperlakukan secara adil. Guru peka terhadap kebutuhan dan kecemasan murid dan juga punya keterampilan komunikasi yang baik, dan mendengar dan mengekpresikan perasaanya kepada murid secara efektif.
Mengajak Murid untuk Berbagi dan Mengemban Tanggung jawab. Beberapa pakar manajemen keals percaya bahwa berbagai tanggung jawab dengan murid untuk membuat keputusan kelas akan meningkatkan komitmen atau kepatuhan murid pada keputusan itu.
Beri hadiah Terhadap Perilaku yang Tepat. Berikut ini beberapa pedoman untuk menggunakan imbalan dalam mengelola kelas.
-          Memilih penguat yang efektif, seperti pujian.
-          Gunakan Prompts dan Shaping Secara Efektif
-          Gunakan hadiah untuk memberi informasi tentang penguasaan,bukan untuk mengontrol perilaku murid.